Audit Keperawatan (bag 2)

1 09 2016

Tujuan utama Audit Keperawatan adalah peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Dengan audit, kita bisa mendapatkan banyak hal diantaranya manfaat klinik, mendorong teamwork, meningkatkan patient safety/patient care, efisiensi finansial kadang-kadang dan terpenting adalah clinical governance berupa akuntabilitas pelayanan keperawatan.

Audit Klinik yang di dalamnya termasuk Audit Keperawatan adalah suatu telaah kritis dan sistematis terhadap mutu pelayanan klinik, termasuk prosedur diagnosis dan terapi, penggunaan sumber-daya rumah-sakit, dan outcome serta quality of life dari pasien.

Mengacu pada audit klinik, audit keperawatan menurut saya perlu pembenahan kepada conten dari dokumen asuhan keperawatan. Pemilihan topik yang baik dalam melakukan audit menjadi dasar apakah audit bermanfaat untuk peningkatan mutu atau tidak.

Langkah-langkah dalam audit agar mendapatkan hasil yang optimal adalah :

  1. Pemilihan topik
  2. Penetapan Kriteria
  3. Pengumpulan data
  4. Analisa data
  5. Menetapkan perubahan
  6. Re Audit

Beberapa topik audit keperawatan yang bisa diangkat antara lain :

  • Masalah Keperawatan pada Kondisi DHF
  • Masalah Keperawatan pada Diare
  • Masalah Keperawatan pada Apendiksitis
  • dll

Membuat kriteria dalam audit keperawatan mengacu pada rambu-rambu spesifik, dapat diukur, disepakati, relevan dan berdasarkan bukti klinis yang terbaru. Dengan mengacu pada Nursing Outcome Clasification dan Nursing Intervention Clasification, kriteria-kriteria yang kita tetapkan menjadi lebih terstandar.

Setelah kriteria ditentukan, mulailah dilakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat dokumentasi asuhan keperawatan yang ada di rekam kesehatan klien. Dokumen yang ada dikumpulkan berdasarkan kasus/topik yang akan diaudit. Memang menjadi masalah tersendiri, ketika dokumentasi asuhan keperawatan tidak lengkap.

Proses selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap data yang telah dikumpulkan. Analisa dilakukan dengan membandingkan standar yang dimiliki (Standar Asuhan Keperawatan atau Clinical Pathway) dengan dokumentasi yang ada. Dari analisa yang dilakukan, dibuat kesimpulan

Proses selanjutnya setelah didapatkan kesimpulan terhadap sumber masalah, adalah rekomendasi atau penyelesaian masalah. Penyelesaian masalah prinsipnya sama dengan penyelesaian masalah dalam quality assurance. Bisa dengan pendekatan PSBH, PSS atau GKM.


Aksi

Information

5 responses

23 02 2015
achirins

Ass…Mohon bantuannya untuk contoh dokumen PPK Keperawatan dan Clinical Pathways Keperawatan.Terima Kasih

21 03 2015
kusnadijaya

Reblogged this on Kusnadijaya's Blog.

30 07 2015
Juliming Kenedy

Pagi pak, terima kasih banyak contoh memperkaya kami di keperawatan, mohon kirimkan kami via email contoh audit keperawatan 1 dan 2 ya pak, terima kasih pak.

8 12 2015
Toni

Selamat malam pak Jason. Nama saya Toni dari NTB. Mohon bimbingannya untuk penyusunan kewenangan klinis dan dokumen lainnya terkait komite keperawatan dan audit keoerawatan. Ini email saya fatoni02@ymail.com. terima kasih.

8 12 2015
Toni

Ulasan yang sangat menarik pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: