Stop Antri Seharian di Rumah Sakit

21 06 2016

Fenomena berobat ke rumah sakit butuh waktu sehari, dari pendaftaran sampai mendapatkan obat adalah kejadian di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Tidak terkecuali di rumah sakit saya. Dengan kunjungan pasien rawat jalan 700-800 orang, dengan sistem pendaftaran satu pintu, maka orang harus antri dari pagi untuk hanya sekedar melakukan registrasi. Setelah registtrasi selesai, pindah ke poliklinik antri lagi untuk mendapatkan pemeriksaan dokter. Selesai pemeriksaan harus antri lagi untuk mendappatkan obat di Instalasi Farmasi.

Tidakkah ada cara yang lebih simple dalam pelayanan, sehingga pasien/keluarga tidak perlu menghabiskan waktu yang sangat lama hanya untuk antri dan anntri lagi?

Penyelesaian konvensional sebenarnya cukup mudah.

  1. Perluas area pendaftaran dengan ruang tunggu yang nyaman
  2. Buka loket registrasi 10 atau 20 loket dengan asumsi satu loket melayani 70 pasien registrasi

Selesai persoalan………..

Permasalahan yang ada adalah kebanyakan rumah sakit terbatas space untuk mendesain ruang tunggu yang luas dan nyaman, lebih-lebih bangunan lama peninggalan Belanda yang memanng sudah layak untuk dibongkar. Butuh biaya yang cukup besar kalau hanya untuk menyelesaikan persoalan antri.

Menambah SDM untuk loket registrasi juga tidak mudah. Butuh biaya untuk penambahan gaji karyawan, sementara tenaga menjadi tidak efektif kalau hanya dipekerjakan sebagai tenaga registrasi.

Sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan rumah sakit untuk menyelesaikan itu tanpa harus menggunakan biaya yang mahal.

  1. Pindahkan registrasi langsung ke Poliklinik, bukan dipusatkan di loket registrasi.

    Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari cara ini. Pertama, antri pasien hanya dua kali, yaitu antri di Poliklinik dan antri di Farmasi. Dua, untuk antri registrasi awal, tidak perlu pasien/keluarga antri dari pagi hari. Karena sambil antri untuk diperiksa dokter, dia juga sekaligus antri registrasi. Pasien bisa datang ke rumah sakit di saat dokter sudah mulai aktif di Poliklinik. Tiga, verifikasi pasien asuransi (BPJS, Jamkesda, Asuransi lain) relatif lebih cepat karena dikerjakan oleh banyak orang (terdistribusi di Poliklinik). Empat, pasien/keluarga tidak berjubel di pendaftaran jika ruang tunggu pendaftaran memang sempit.

    Memang ada pertanyaan, bagaimana dengan Kebijakan Satu Pintu menurut standar Rekam Medis? Menurut saya, ketika rumah sakit sudah menggunakan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), satu pintu bukan berarti harus satu tempat seperti registrasi manual. Tapi aplikasi registrasi dibuka di tempat manapun, karena sistemnya terintegrasi, maka bisa dikatakan satu pintu. Wallaupun diakses di Poliklinik.

  2. Pembuatan SEP/surat jaminan berobat pasien difasilitasi oleh tenaga rumah sakit

    Surat jaminan berobat / SEP adalah kepentingan rumah sakit untuk claim biaya ke BPJS atau asuransi lain. Mengapa harus pasien yang antri untuk mendapatkan SEP? Tidak bisakah petugas yang mendistribusikan SEP kepada masing-masing Poliklinik sesuai dengan registrasi pasien?

    Bila registrasi pasien dilakukan di Poliklinik, maka petugas di Poliklinik yang memintakan SEP secara kolektif ke unit/bagian yang mengeluarkan jaminan (kalau BPJS – BPJS Center). Jadi pasien tidak perlu antri untuk mendapat SEP. Yang diperlukan adalah verifikasi keanggotaan dan persyaratan pembuatan SEP bagi pasien BPJS/asuransi terpenuhi.

Apakah di Poliklinik harus menambah tenaga? Belum tentu juga. Karena pada kenyataannya banyak waktu luang bagi tenaga di Poliklinik yang belum dioptimalkan. Sudah bukan rahasia umum, banyak perawat yang lebih suka di Poliklinik karena dua alasan yaitu tidak ada shift dan pulang lebih awal bila dibanding perawat di bangsal.

Jadi mulai sekarang, stop antri seharian di rumah sakit!!!


Aksi

Information

One response

17 07 2016
yuli

banyumas sekarang sudah menggunakan sistem tersebut gih bos ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: