Peran Perawat dalam Pengelolaan JKN di Rumah Sakit

3 03 2014

Pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memaksa Penyelenggara Pelayanan Kesehatan (PPK) untuk berbenah dalam banyak hal. Salah satu perubahan drastis dan radikal yang dilakukan oleh BPJS adalah tenggat waktu claim biaya pelayanan.

Tahun yang lalu ketika PPK (Puskesmas, Klinik, RS) menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu dengan program Jamkesmas, claim yang diajukan oleh PPK rata-rata rumah sakit terlambat 3 bulan dengan berbagai macam kondisinya, dan hampir berlaku secara nasional. Tapi mulai tahun ini ketika pelayanan itu diselenggarakan oleh BPJS, PPK harus melakukan claim pembayaran maksimal tanggal 10 pada bulan berikutnya.

Walaupun sampai saat ini banyak rumah sakit yang tidak siap dan aturan itu masih bisa dinegosiasi, tapi apakah kita akan selalu mengedepankan negosiasi untuk bersama-sama melanggar kesepakatan dan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah?

Sebenarnya rumah sakit mampu mengoptimalkan peran dari semua lini pelayanan di rumah sakit, agar mampu melaksanakan aturan itu. Yaitu bagaimana tanggal 10 pada bulan berikutnya rumah sakit telah mengajukan claim kepada BPJS. Terlepas dari BPJS sendiri yang terlambat dalam melakukan verifikasi data. Tapi rumah sakit tetap komitmen dengan pengajuan claim sebelum tanggal 10 bulan berikutnya.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan peran perawat dalam membantu proses pelayanan pasien JKN. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Entry data ke dalam software INA-CBGs dilakukan oleh perawat di ruangan dan poliklinik, jika software INA-CBGs telah diinstall di server rumah sakit dan aplikasi sudah bisa diakses melalui local network rumah sakit.
  2. Perawat ikut membantu dalam melakukan coding dalam penentuan diagnosa dan prosedur (ICD X dan ICD IX) dengan melakukan diskusi dengan DPJP, sehingga diharapkan akan menurunkan kesalahan dalam coding yang dilakukan coder.
  3. Terlibat secara aktif dalam monitoring berkas terutama berkas pemeriksaan, kelengkapan data penunjang untuk menentukan grouper, kelengkapan diagnosa primer dan sekunder, kelengkapan assesmen medis dll.
  4. Terlibat secara aktif dalam verifikasi data sebelum proses assembling.
  5. Melakukan monitoring coding setelah verifikasi sebagai bahan evaluasi dalam penentuan grouper yang lebih tepat.
  6. Terlibat aktif dalam pelayanan One Day Service JKN, terutama untuk pasien yang naik kelas, sehingga pembayaran selisih biaya yang ditanggung oleh pasien yang naik kelas tidak menunggu 1 bulan baru dibayar, karena proses verifikasi oleh BPJS dapat dilakukan sebelum pasien pulang.

Itu beberapa hal yang dapat diperankan oleh perawat dalam pengelolaan JKN di rumah sakit, sehingga rumah sakit tetap survive karena claim kepada BPJS lancar.


Aksi

Information

One response

3 03 2014

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: