WHO-DAS 2.0

23 12 2013

Tarif INA-CBG’s pada kasus kronis yang diberlakukan pada pasien Jamkesmas selama ini, adalah tarif paket ditambah dengan tarif costperday untuk fase akut dan subakut. Costperday pada fase subakut (hari ke 35-103) adalah Rp.90.000,- sementara pada fase kronik (hari ke 104-180) adalah Rp.45.000,-.

Lalu bagaimana dengan tarif subakut dan kronis pada pembiayaan BPJS yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2014? Ada sedikit perubahan yang cukup mendasar, yaitu subakut adalah hari ke 43-103, sedang kronis adalah hari ke 104-180. Disamping itu tarif costperday juga dilampirkan bobot dari assesment WHO_DAS 2.0.

INA CBG’s versi 4.0 telah menghitung costperday pada kasus di atas, dengan rumus :

  • Subakut : 0,375 x RIW x UC x LOS
  • Kronis : 0,25 x RIW x UC x LOS.

RIW / Resource Intensity Weight adalah bobot dari intensitas sumber daya yang digunakan untuk merawat pasien kronis, dimana penghitungannya adalah dengan membandingkan skor WHO-DAS pasien dibanding total skor WHO-DAS. UC adalah Unit Cost, dan LOS adalah Long of Stay (lama hari rawat).

WHO-DAS (WHO Disability Assesment Schedule) adalah mengukur secara general dari fungsional dan disability. Dapat digunakan untuk memonitor hasil therapy dalam praktek klinis, untuk survey populasi dan pengukuran efek dari trial klinik.

WHO-DAS 2.0 dalam INA CBG’s merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur skor disabilitas pasien kronis. Skor tersebut merupakan dasar perhitungan dari RIW (Resource Intensity Weight). Assesment WHO-DAS 2.0 bisa dilakukan oleh dokter spesialis DPJP, dokter umum atau perawat.

Persoalannya adalah assesment WHO-DAS 2.0 belum populer di telinga kita. Sementara pemberlakuan BPJS tinggal menghitung hari. Untuk rumah sakit umum, mungkin hanya hitungan jari saja pasien yang memerlukan assesmen WHO-DAS 2.0 ini, tapi bagi rumah sakit jiwa atau rumah sakit umum yang memiliki pelayanan kesehatan jiwa, dimana LOS pasien jiwa relatif panjang, maka WHO-DAS 2.0 perlu segera tersosialisasikan kepada perawat, karena assesment ini pastilah perawat yang akan melakukan.

Tanpa Assesmet WHO-DAS 2.0, dipastikan tarif INACBGs  untuk pasien subakut dan kronis tidak dapat diklaimkan.

Selengkapnya tentang WHO-DAS 2.0 silakan lihat di sumbernya di sini

sumber : Team NCC Kemenkes RI


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: