SIM Keperawatan sebagai Sistem Pendukung Keputusan

11 07 2013

Sistem Pendukung Keputusan (desision support system/DSS) yang dikemukakan oleh Michael S Scott Morton dan Peter G W Keen, dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 1998) menyatakan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah yang harus dibuat oleh manajer.

Menurut Raymond McLeod, Jr mendefinisikan sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya (McLeod, 1998).

SIM Keperawatan sebagai sebuah sistem informasi, tentu harus mampu menjadi perangkat yang dapat digunakan sebagai SPK/SPKK ini. Mengacu pada pengertian di atas, memang akhirnya banyak data-data yang dihasilkan dari SIM Keperawatan bisa digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan baik di tingkat manajemen maupun klinis.

Sistem Pendukung Keputusan di tingkat Klinis (SPKK)

Beberapa contoh yang dikembangkan SIM Keprawatan untuk SPKK ini antara lain adalah data-data yang dihasilkan dari pengkajian pasien. Data yang dihasilkan dari pengkajian pasien, sistem membaca relasi antar data dan memformulasikannya menjadi masalah keperawatan yang muncul secara otomatis dan merangkainya menjadi diagnosa keperawatan.

Pada perencanaan keperawatan, masing-masing masalah keperawatan memiliki rencana tindakan keperawatan yang terdiri dari mayor, disarankan dan pilihan. Kategori mayor, disarankan dan pilihan memberikan kemudahan bagi para klinisi (perawat) untuk menyusun patient care delivery system. Dan sistem juga secara otomatis menampilkan intervensi yang sesuai dengan masalah keperawatan yang ditampilkan.

Sistem Pendukung Keputusan di tingkat Manajemen (SPK)

Pengembangan yang dibuat dalam SIM Keperawatan sebagai SPK cukup banyak, diantaranya :

  1. Masalah keperawatan terbanyak. Ketika SIM Keperawatan menampilkan masalah keperawatan terbanyak, maka manajemen keperawatan dapat menggunakan data itu sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan tentang kompetensi yang harus dikuasai oleh para perawat. Contoh : Ketika SIM Keperawatan menampilkan masalah keperawatan terbanyak yang ditemui adalah masalah “nyeri akut”, maka manajemen keperawatan dapat mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh perawat diwajibkan memahami masalah nyeri akut (pengertian, batasan karakteristik, etiologi, intervensi wajib untuk nyeri akut dll). Begitu pula dengan masalah-masalah keperawatan yang lain.
  2. Intervensi keperawatan terbanyak. SIM Keperawatan juga mampu menampilkan intervensi keperawatan terbanyak. Sama halnya ketika masalah keperawatan terbanyak dapat dihasilkan, maka intervensi keperawatan terbanyak akan menuntun manajemen keperawatan untuk mengeluarkan kebijakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh semua perawat berdasarkan dari data yang dihasilkan oleh SIM Keperawatan tersebut.
  3. Intervensi per individu maupun per ruang. Laporan intervensi per individu maupun per ruang dapat dijadikan evaluasi oleh manajemen keperawatan terhadap kompetensi individu. Contoh: seorang perawat dalam satu bulan ternyata hanya melakukan intervensi keperawatan sebanyak 20 intervensi. Padahal standar yang intervensi yang ditetapkan sampai 150 intervensi. Maka laporan bulanan ini dapat dijadikan evaluasi, apakah perlu diadakan training tambahan agar kemampuan individu tadi menjadi semakin meningkat dan semakin baik.
  4. Laporan pendapatan perawat per individu
  5. Laporan indikator mutu keperawatan klinik
  6. Laporan tindakan keperawatan berdasarkan diagnosa medis
  7. Laporan biaya tindakan keperawatan per pasien
  8. Dll

Semua data yang dihasilkan oleh SIM Keperawatan ini dapat dijadikan sebagai SPK/SPKK, sehingga SIM Keperawatan bukan sekedar komputerisasi dokumentasi asuhan keperawatan, tapi memang benar-benar sebuah sistem informasi yang mampu menampilkan data untuk kemudian dijadikan pijakan dalam pengambilan keputusan.

Dan terpenting adalah bagaimana SIM Keperawatan mampu menampilkan Key Performance Individu Perawat sebagai pijakan dalam pemberian penghargaan/remunersi perawat.


Aksi

Information

2 responses

29 07 2013
didi junaidi

Pak jason saya didi dari RS Krakatau Medika, Cilegon Bnaten

saya pernah ikut training tentang SIM keperawatan, setelah saya shering ke manager keperawatan beliau sangat tertarik.

bagaimana caranya saya dapat menghubungi bapak.

salam
didi j

23 08 2013
Jason

CP sudah saya email mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: