Tarif Paket Rumah Sakit

30 05 2013

Belakangan banyak rumah sakit diramaikan dengan pola tarif berupa paket. Alasannya cukup merdu didengar, yaitu agar pasien mendapatkan kepastian dalam membayar biaya perawatan. Di samping itu, dalam rangka persiapan SJSN, rumah sakit juga dituntut untuk mengikuti pola itu, dengan pembiayaan model paket. Dua alasan itu yang banyak menjadi dasar mengapa tarif pola paket perlu disusun.

Mumpung SJSN belum ditetapkan, dan tarif paket sedang kita susun, ada baiknya kita berfikir lebih mendalam, mencermati efek langsung dan efek samping yang akan terjadi sehingga ketika kebijakan itu diterapkan, memang kita sudah siap dengan berbagai resiko yang ada, dan antisipasi apa yang bisa dilakukan oleh kita seandainya efek langsung dan efek samping itu benar-benar terjadi. Dengan begitu kita tidak menciptakan persoalan baru atau terjadi keributan setelah tarif itu ditetapkan.

Beberapa hal yang perlu dipikirkan:

Jasa pelayanan yang diterima oleh tenaga kesehatan di rumah sakit terutama dokter sampai hari ini yang banyak dianut adalah sistem fee for service. Berapa kali vicite, berapa kali tindakan, itu yang dijadikan dasar penghitungan dalam pembagian jasa pelayanan. Naah ketika tarif kita model paket, bagaimana kita menghitung jasa pelayanan yang mereka terima? Siapkah bagian keuangan menghitung ribuan transaksi dokter yang cukup banyak?

Mungkin akan ada alasan, “Itu kan gampang di bagian ITI”. Memang gampang, kalau waktu mendesain Billing dalam SIMRS, pola tarifnya sudah pola tarif paket. Sehingga komponen paket bisa langsung diset dalam Billing System dengan prosentase. Persoalannya adalah ketika desain SIMRS yang kita miliki bukan desain pola tarif paket. Maka kita perlu merubah/update SIMRS agar bisa menghitung paket untuk kemudian diterjemahkan dalam fee for service.

Sudahkan juga disiapkan kebijakan tentang bagaimana menghitung jasa pelayanan dokter ketika pasien itu dirawat bersama dua atau tiga orang dokter? Apakah prosentase jasa vicite dibagi menjadi dua dokter ketika dirawat oleh dua dokter atau dibagi tiga ketika dirawat oleh tiga dokter atau tetap diberikan full masing-masing dokter sesuai prosentase jasa vicite kelas tiga? kalau diberikan full, dari mana sumber uangnya? Yang dibutuhkan adalah kebijakan, bukan cara membagi.

Bagaimana dengan laporan pendapatan rumah sakit? Karena akuntansi rumah sakit yang dianut adalah pendapatan per instalasi, maka akuntansi keuangan dengan SIMRS nya harus benar-benar didesain sedemikian rupa agar distribusi pendapatan instalasi tetap ada dan valid.

Dengan begitu, ada beberapa poin yang harus disiapkan :

  1. SIMRS yang baik dan sesuai.
  2. SDM keuangan yang mumpuni.
  3. Pembuatan tarif berdasar unit cost.
  4. Pembuatan clicinal pathway.
  5. Pimpinan yang mumpuni dan mengerti kondisi RS.

Aksi

Information

2 responses

2 06 2013
adolf

kepada siapa, kemana mencari blog yang membahas rincian masalah ini

3 06 2013
Jason

Tunggu Pak, mudah-mudahan saya bisa posting masalah itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: