Sinyal Lemah Keperawatan

4 08 2012

Tanggal 31 Juli 2012 Biro Kepegawaian Kementrian Kesehatan RI membuka lowongan pengangkatan CPNS 2012. Formasi pun dipublikasikan secara terbuka semua tenaga yang dibutuhkan oleh kementrian Kesehatan. Kebutuhan dokter, dokter gigi, dokter spesialis, kesehatan lingkungan, perawat dan lain-lain lengkap dengan daerah peminatan dan jumlahnya.

Ada yang menjadi perhatian saya ketika membaca formasi perawat di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua Barat. Dari jumlah kebutuhan perawat sebanyak 924 formasi perawat, sebanyak 27 formasi diperuntukan untuk S2 Keperawatan Spesialis, 175 Ners dan 722 diperuntukan bagi formasi D3 Keperawatan.

Yang lebih menjadi perhatian saya lagi, formasi S2 Spesialis keperawatan yang hanya 27 perawat, tidak ada satupun untuk formasi yang ada di rumah sakit. 27 perawat S2 Spesialis semua untuk formasi dosen di Poltekes milik Kementrian Kesehatan. Sementara formasi Ners pun hanya sekitar 18% dari seluruh formasi.

Formasi yang disediakan dan dipublikaskan oleh Biro Kepegawaian Kemenkes tentu bukan tanpa alasan. Setahu saya, formasi itu muncul dari usulan di Bidang Keperawatan Rumah Sakit Pusat jejaring Kemenkes. Prasangka baik saya, kebutuhan S2, Ners dan D3 Keperawatan di rumah sakit yang tercantum dalam formasi itu adalah hasil telaah yang mendalam dengan mempertimbangkan banyak faktor di Bidang Keperawatan rumah sakit tersebut.

Karena jangan sampai ada anggapan miring dimana para perawat di institusi pendidikan sangat semangat meningkatkan status pendidikan sampai level doktor, spesialispun sudah cukup banyak, tapi perawat yang di rumah sakit masih merasa belum membutuhkan spesialis apalagi doktor.

PPNI, AIPNI, HPMI atau temen-temen yang ada di pendidikan juga perlu merumuskan dan sosialisasi kepada temen-temen yang ada di rumah sakit, berapa sih perbandingan Perawat Spesialis, Ners dan D3 Keperawatan yang ideal di sebuah rumah sakit? Kalau formulasi ini sudah disusun tapi formasi perawat tetap seperti saat ini, artinya memang sinyalnya cukup lemah di perawatan sehingga tidak conect antara yang di pendidikan dengan yang ada di rumah sakit.

Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada RS Hasan Sadikin Bandung, RS Jantung Harapan Kita, RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makasar dan RS Dr Karyadi Semarang yang formasi Ners-nya lebih banyak dari D3 nya. Karena kenyataan di lapangan, saat ini mayoritas lulusan D3 Keperawatan yang sudah bekerja di rumah sakit menghendaki untuk alih jenjang dengan mengikuti pendidikan Ners. Lalu mengapa tidak sekalian saja mengajukan formasi Ners untuk memenuhi rasio yang dibutuhkan?


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: