Supervisi Berjenjang di Ruang SP2KP

21 07 2012

Supervisi adalah satu proses untuk memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan tujuan, dengan cara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Supervisi juga dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Supervisi dilaksanakan oleh orang yang memiliki kemampuan yang baik dalam bidang yang disupervisi. Dalam struktur organisasi, supervisi biasanya dilakukan oleh atasan terhadap bawahan atau konsultan terhadap pelaksana. Dengan supervisi diharapkan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi, tidak menyimpang dan menghasilkan keluaran (produk) seperti yang diinginkan.

Satu hal yang mesti menjadi titik tekan dalam kegiatan Supervisi, yaitu bahwa supervisi bukanlah ajang untuk pemeriksaan atau mencari kesalahan. Supervisi lebih kepada kegiatan partisipatif yaitu mendahulukan penghargaan terhadap pencapaian atau hal positif yang dilakukan dan memberikan jalan keluar untuk hal yang masih belum dapat dilakukan. Dengan demikian bawahan tidak merasakan bahwa ia sekedar dinilai akan tetapi dibimbing untuk melakukan pekerjaannya secara benar.

Akreditasi KARS versi 2012, mengajarkan kepada kita bagaimana supervisi yang baik. Surveyor tidak mencari-cari kesalahan, tapi lebih kepada mencocokan standar yang dibuat dengan implementasi di lapangan. Metode penelusuran yang dilakukan oleh surveyor, diarahkan untuk mencari bukti bahwa prosedur dilakukan dengan sebenar-benarnya.

Di Ruang Keperawatan dengan penerapan SP2KP, kegiatan supervisi dilaksanakan secara optimal untuk menjamin kegiatan pelayanan di Ruang SP2KP sesuai dengan standar mutu professional yang telah ditetapkan. Supervisi dilakukan oleh perawat yang memiliki kompetensi baik dalam manajemen maupun asuhan keperawatan serta menguasai pilar-pilar profesionalisme yang diterapkan di Ruang SP2KP. Untuk itu supervisi berjenjang dilakukan dengan cara:

  1. Kepala Bidang Keperawatan melakukan supervisi terhadap Kepala Ruangan, Ketua Tim, dan Perawat Pelaksana
  2. Kepala Ruangan melakukan supervisi terhadap Ketua Tim dan Perawat Pelaksana
  3. Ketua Tim melakukan supervisi terhadap Perawat Pelaksana

Materi supervisi disesuaikan dengan uraian tugas dari masing-masing staf perawat yang disupervisi. Untuk Kepala Ruang materi supervisi adalah kemampuan manajerial dan kemampuan dalam asuhan keperawatan. Ketua Tim disupervisi terkait dengan kemampuan pengelolaan di timnya dan kemampuan asuhan keperawatan. Sedangkan perawat pelaksana disupervisi terkait dengan kemampuan asuhan keperawatan yang dilaksanakan.

Agar supervisi dapat menjadi alat pembinaan dan tidak menjadi momok bagi staf maka perlu disusun standar penampilan yang diharapkan dari masing-masing staf yang sudah dipahami oleh staf dan ada jadwal yang sudah diketahui dalam supervisi.

Sebagai contoh :

Kabid Keperawatan akan melakukan supervisi kepada salah satu ruang, maka Kabid Keperawatan mengirimkan pemberitahuan kepada Kepala Ruang bahwa akan melakukan supervisi pada hari apa, tanggal berapa, jam berapa. Sedangkan materi yang akan disupervisi adalah pelaksanaan discharge planning. Obyek supervisi adalah Kepala Ruang, Ketua Team dan Pasien/Keluarga Pasien. Metode yang digunakan adalah telusur.

Aktifitas supervisi seperti inilah yang diharapkan dapat menjaga kualitas perawatan, kepatuhan terhadap prosedur dan jaminan pelayanan keperawatan yang semakin baik.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: