Yang Tersisa dari Workshop Nasional Manajemen dan Kepemimpinan Keperawatan

30 12 2011

Tahun 2011, Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisan Medis Dirjen BUK Kementrian Kesehatan RI menutup kegiatannya dengan Workshop Nasional  Manajemen  dan Kepemimpinan Keperawatan Menuju Pelayanan Kesehatan Kelas Dunia

Ini tentu sesuatu yang cukup visioner mengingat KARS sendiri sedang ancang ancang untuk melakukan Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia dengan Standar JCI. Keperawatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan di rumah sakit, mau tidak mau harus mempersiapkan dan mengikuti irama itu.

Pertanyaan berikutnya, seberapa siap para manajer keperawatan di rumah sakit menyambut ajakan Direktorat Keperawatan itu? Salah satu materi yang cukup aplikatif untuk evaluasi pelaksanaan manajemen keperawatan adalah materi yang disampaikan oleh Kelompok Pakar Keperawatan Konsorsium Ilmu Kesehatan Dikti yang dipresentasikan oleh Ibu Setyowati.

Kriteria praktek keperawatan profesional untuk menuju pelayanan keperawatan tingkat dunia, Beliau mengambil dari American Nurses Credential Centre (2003) yang meliputi:

  1. Quality of Nursing Leadership
  2. Organizational Structure
  3. Management Style
  4. Personal Polotices and Programs
  5. Professional Models of Care
  6. Quality of Care
  7. Quality Improvement
  8. Consultation and Resources
  9. Autonomy
  10. Community and The Hospital
  11. Nurses as Teachers
  12. Image of Nursing
  13. InterdisiplinaryRelationship
  14. profesional Development

Masing masing kriteria ini ada indikator yang harus dicapai dalam pelaksanaan praktek keperawatan profesional di rumah sakit. Maka seyogyanya, para menejer keperawatan di rumah sakit yang telah mengikuti workshop itu perlu menindaklanjutinya dalam tataran yang lebih aplikatif di lapangan.

Kriteria dan indikator diterjemahkan dalam kerja real, upaya yang serius dan pemikiran yang cerdas untuk kemudian menghasilkan sesuatu yang layak dibanggakan sebagai sebuah model praktek keperawatan yang bertaraf dunia. Dengan begitu workshop di Denpasar Bali yang telah menghabiskan anggaran negara yang cukup besar, tidak sia sia karena hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakt, oleh profesi dan oleh rumah sakit secara umum.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: