Asesmen Kompetensi, Upaya Memperbaiki Sistem Melalui Perbaikan Individu

11 07 2011

Bagi aliran yang meyakini bahwa SDM adalah aset utama bagi sebuah organisasi, maka upaya perbaikan SDM yang dilakukan secara terus menerus adalah wajib hukumnya. Kita menyadari betul, dalam proses organisasi dari mulai input, proses dan output semuanya melibatkan SDM. Apalagi bagi organisasi pelayanan publik seperti rumah sakit, dimana hidup matinya rumah sakit tergantung dari pelanggan (customer). Bila tidak ada pelanggan, apa yang bisa dihasilkan oleh rumah sakit?

Jesper Kunde (2000) mengatakan, “No customer commitment without employee commitmen”. Artinya bahwa pelanggan akan setia, manakala SDM yang melayani mereka juga memiliki komitmen yang sama untuk memberikan yang terbaik.

Perawat, menduduki porsi terbanyak dalam pelayanan di rumah sakit. Bahkan merekalah yang 24 jam bersama dengan pasien. Interaksi mereka dengan pasien tidak terhenti karena larut malam, pelayanan mereka juga tidak berhenti karena hari libur. Maka bila aset yang besar ini tidak dikelola dengan baik, maka kualitas pelayanan yang rendah pasti akan mengikutinya.

Asesmen Kompetensi dengan pendekatan Wark Place Assesment adalah upaya perbaikan individu perawat untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan. Melalui assesmen ini, seorang asesor akan memastikan bahwa seorang perawat telah menunjukan kompetensi yang dipersayaratkan. Dan di Indonesia kompetensi itu telah ditetapkan oleh Badan Sertifikasi Profesi dengan sebutan Standar Kompetensi Nasional.

Bila manajemen rumah sakit memberikan perhatian yang baik terhadap proses asesmen ini, maka perbaikan sistem dijamin akan berjalan sesuai harapan. Karena dalam asesmen ini, seorang asesor akan memastikan kompetensi yang dimiliki asesi sekaligus memberikan reinforcement positif terhadap kompetensi yang dicapai dan mengharap untuk mempertahankan kompetensi yang telah didapatkan.

Dalam proses ini juga ada hubungan yang dekat antara asesor dan asesi sehingga saat seorang asesi telah mendapatkan sertifikat yang berlaku selama kurun waktu tertentu, selama waktu itu pula asesor dapat mengevaluasi dan menjaga kompetensi yang didapatkan asesi saat dilakukan asesmen. Dan menajemen rumah sakit juga akan bangga dan berani menjamin bahwa pelayanan yang diberikan oleh perawat telah memenuhi standar kompetensi yang ditentukan.

Bila asesmen itu berlaku untuk seluruh perawat di semua unit, maka hasil pelayanan yang didapatkan akan benar benar terjamin, kaena diberian oleh mereka yang memang kompeten di bidangnya.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: