SI Keperawatan, Fungsi Menentukan Struktur

22 02 2010

Pelajaran berharga dari Tuhan tentang otak manusia adalah bahwa otak manusia dibuat dengan prinsip fungsi menentukan struktur. Kaidah ini pula yang menjadi landasan teori tentang perkembangan otak manusia, dimana pada usia balita otak mengalami perkembangan yang sangat cepat dan luar biasa.

Ketika lahir, sel otak bayi berjumlah sekitar 100 milyar, tetapi belum saling berhubungan kecuali hanya sedikit, yaitu hanya sel-sel otak yang mengendalikan detak jantung, pernafasan, gerak refleks, pendengaran, dan naluri hidup. Saat anak berusia 3 tahun, sel otak telah membentuk sekitar 1.000 triliun jaringan koneksi/sinapsis. Jumlah ini 2 kali lebih banyak dari yang dimiliki orang dewasa.

Sebuah sel otak dapat berhubungan dengan 15.000 sel lain. Sinaps-sinaps yang jarang digunakan akan mati sedangkan yang sering digunakan akan semakin kuat dan permanen. Setiap rangsangan / stimulasi yang diterima anak akan melahirkan sambungan baru atau memperkuat sambungan yang sudah ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur otak (sinaps-sinaps) sangat dipengaruhi oleh fungsi fungsi yang dioptimalkan. Ketika fungsi itu tidak dioptimalkan, maka  sinaps itu akan mati.

Pelajaran berharga ini sesungguhnya dapat kita ambil hikmahnya dalam membuat Desain Sistem Informasi Keperawatan, Sistem Informasi Manajamen Rumah Sakit atau Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik.

Contoh konkritnya begini. Seperti apa sih Desain Sistem Informasi Keperawatan yang kita butuhkan? Karena masing masing rumah sakit yang telah membuat Sistem Informasi Keperawatan memiliki desain yang sangat bervariasi.

Tapi dengan mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Tuhan tentang otak manusia, maka sah sah saja bagi masing masing rumah sakit untuk menentukan desainnya sendiri sendiri. Karena struktur yang dibutuhkan dalam Sistem Informasi Keperawatan, musti dikembalikan pada fungsi apa yang diharapkan? Apakah sekedar dokumentasi dari manual beralih ke komputer atau lebih jauh fungsi fungsi manajemen yang lain dapat tercover dalam sistem yang dibuat.

Lebih lebih bila yang diinginkan adalah sistem yang terintegrasi, maka desain itu menjadi lebih rumit, lebih komplek dan tentu pembuatannya pun akan lebih sulit.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: