Komunikasi, Kunci Membangun Kolaborasi

10 02 2010

Tidak seperti hari hari Rabu sebelumnya, kali ini hari Rabu digunakan oleh Komunitas Perawatan (Bidang dan Komite Perawatan) dan Komite Medis RS Banyumas duduk bersama berdiskusi tentang Area Kolaborasi dua profesi ini.

Diawali dengan presentasi dari Komite Medis (dr. Edi Daryanto, SpB) kemudian dilanjutkan presentasi dari Kepala Bidang Perawatan (Slamet Setiadi, SKep, Ns) dan diakhiri dengan presentasi tenteng medikolegal yang disampaikan oleh dr. Haidar Alatas, SpPD. Dr. Edi dan dr. Haidar keduanya sedang menempuh Pendidikan Pasca Sarjana Magister Hukum sedang Slamet Setiadi juga sedang menempuh Pendidikan Magister Manajemen.

Beruntung Komunitas Perawat RSU Banyumas yang memiliki partner dokter spesialis yang mereka menggeluti hukum. Sehingga dalam berdiskusipun, tidak pernah lepas dari aturan main hukum, referensi dari berbagai tulisan dan tentu Undang Undang no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit sebagai rujukan utama dalammenyoroti kasus medikolegal.

Dr. Edi Daryanto, SpB mempresentasikan seputar hak dan kewajiban perawat. Dengan tanpa penjelasan panjang lebar, hak dan kewajiban perawat disampaikan oleh Beliau. Sementara Slamet Setiadi menyampaikan tentang idealnya sebuah kolaborasi. Kasus kasuspun ditampilkan beberapa buah, yang ternyata semuanya berawal dari persepsi masing masing yang tidak dilanjutkan dengan komunikasi dan klarifikasi dengan baik.

PR bersama memang, bagaimana dalam kolaborasi itu didasarkan pada saling menghargai, saling menghormati dan kasih sayang. Semua yang hadir sepakat, bahwa tidak ada satupun profesi di rumah sakit baik dokter maupun perawat tanpa saling ketergantungan. Semuanya bisa berjalan dengan baik, pasien terkelola dengan baik, masalah masalah dapat terselesaikan dengan baik, justru ketika semuanya mampu melakukan kerjasama.

Benih benih kolaborasi tanpa arogansi inilah yang sesungguhnya sangat ditunggu oleh kita semua komunitas perawatan. Saya sepakat dengan ungkapan dr. Haidar Alatas, SpPD bahwa, “Dokter adalah lokomotifnya rumah sakit”. Dan kalimat Beliau saya sambung, “Dan masinisnya adalah Perawat”. Siapa yang mau jadi gerbong?


Aksi

Information

One response

26 03 2010
Sri Sukati

untuk mas jason… kayaknya masih muda, gak pa-pa ya kupanggil “Mas Jason” . Kalau saja di tempatku kayak di RS mas Jason rasanya semua akan jadi OK !!! Tidak ada yang merasa dirinya paling penting, semuanya adalah “penting” karena merupakan suatu “tim work”. Karena tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik untuk “pasien/ Klien”. Mudah-mudahan Perawatan akan tetap maju, walau ada UU 44 tahun 2009. Sukses untuk perawat !!!!!

jason : semoga Mba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: