Standar Asuhan Kebidanan

18 03 2009

DOWNLOAD SAKeb

Pagi tadi saya berdiskusi dengan teman-teman bidan untuk membuat Sistem Informasi Kebidanan, terutama tentang Dokumentasi Asuhan Kebidanan berbasis Teknoogi Informasi. Setelah selesai diskusi, ada seorang teman bertanya ke saya, “Menurut mas jason, sebenarnya dimana posisi batang tubuh keilmuan kebidanan itu mas, mengapa mas jason tertarik untuk “mendisain” Sistem Informasi Kebidanan?”

Aha….ini ide manarik bagi saya untuk menulis di blog ini.

Sayapun sampaikan jawaban saya, “Masalahnya bukan “tertarik atau tidak tertarik”, tapi aku cuma konsisten aja dengan Sistem Informasi RS. Bagaimana semua profesi mengintegrasikan ilmunya, termasuk bidan. Batang tubuhnya kalau menurut saya sih ya masih di perawatan.”

Tapi memang kemudian muncul masalah, ketika kita bicara sistem informasi. Karena kita mampu mendesain sistem informasi keperawatan dengan performa seperti saat ini, karena kita menggunakan bahasa baku / bahasa standar yang disebut dengan SNL (Standar Nursing Language). Bagaimana dengan profesi bidan?

Saya masih mencari-cari siapa tahu saya dapatkan dari perpustakaan on line. Ini tentu juga tantangan bagi profesi bidan, agar mampu mendapatkan standar baku bahasa kebidanan. Sehingga, diagnosa kebidanan yang dihasilkan oleh temen-temen bidan tidak hanya sekedar mencontoh atau asal.

Kita bisa membandingkan diagnosa medis, diagnosa perawatan, dan yang terbaru adalah diagnosa dari profesi gizi. Betapa mereka semua telah menggunakan bahasa standar. Dokter dengan ICD X dan ICD IX, Perawat dengan NNN dan Gizi dengan ND (Nutrition Diagnosis). Dan untuk mendapatkan satu diagnosa saja, mereka melakukan penelitian bertahun-tahun dengan melibatkan banyak pakar di profesi mereka masing-masing.

Maka menjadi tantangan bagi temen-temen bidan, untuk semangat dan kembangkan terus untuk mencari yang ideal. Atau….bila terlalu berat untuk mendapatkan standar yang ideal, mungkin perlu dipertimbangkan untuk bergabung dalam Komunitas Perawat Maternitas.

Wallohua’lam

DOWNLOAD SAKeb


Aksi

Information

6 responses

18 03 2009
ramadoni

hhhmmm…. benar banget tuh, gabung aja ke keperawatan maternitas…
btw, saya juga bingung Pak kok bidan jadi misah dari keperawatan yaks,..???

17 10 2009
eva bengkulu

eh.. kalo nurut saya, memang kebidanan tuh, beda dengan keperawatan, nggak bisa gabung gitu, sebab kalo kita mengerjakan spesialisasi satu bidang aja.. biasanya lebih fokus dan lebih baik, cause fikirannya nggak misah2, contohin aja kalo ahli bengkel mobil, kalo bengkel mobil aja biasanya spesifiklebih baik…., tapi kalo bengkel semua jadi banyak kacaunya…… wee…

8 01 2011
salma

slam knal,,
mnrtku sih jlas bda. dr kta dsarnya aja BIDAN dan PERAWAT, jelas beda. disiplin ilmunya, organ target yg dirawat, cara menganalisa prioritas masalah , banyaklah perbedaannya . kl mnrtku gak usah dipertajam perbedaan gak bakal habis dibahas yg penting saling menghargai ibarat kita berjalan di rel yg searah tp beda jalur

2 12 2009
informasi kebidanan

salam kenal yach….

24 04 2010
febry

Saya setuju dgn mas Jason,mmg harus dijadikan PR penting bagi bidan untuk membuat diagnosa kebidanan yang berdiri sendiri. Lucu juga donk kalo kita harus membuat dokumentasi kebidanan seperti perawat maternitas krn basic pendidikannya saja sudah beda. Saya juga lg merancang Standar Asuhan Kebidanan untuk RS tempat saya bekerja. Buat teman2 bidan yang bekerja di RS,jika sudah ada yang menjalankan dokumentasi askeb distatus pasiennya, mohon dibagikan ya ilmunya. Trims

24 08 2010
susi

salam kenal!!!
saya juga lagi mencoba buat standar asuhan kebidanan yang digabung dengan standar asuhan keperawtan untuk RS tmp sy bekerja, tapi sampai sekarang rasanya ga’ klop2. gimana nich ada yang bisa bantu ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: