Indikator Mutu Klinik berbasis IT

2 02 2009

Setelah sukses dengan Undangan Elektronik, kini dilaunching lagi Indikator Mutu Klinik berbasis IT. Indikator Mutu Klinik adalah pengukuran langsung dan tidak langsung suatu peristiwa atau kondisi mutu klinik di rumah sakit. Atau diartikan juga sebagai ukuran kuantitas sebagai pedoman untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas asuhan pasien dan berdampak terhadap pelayanan.

Karakteristik indikator yang musti dipenuhi adalah :

1. Sahih (Valid)

2. Dapat dipercaya (Reliabel)

3. Peka (Sensitif)

4. Spesifik (Spesifik)

5. Berhubungan (Relevan)

Beberapa Indikator Mutu Klinik Keperawatan yang rencananya akan dilaunching oleh Direktorat Keperawatan pada tahun 2009 yang akan datang adalah :

1. Safety Patient yang terdiri dari: kejadian pasien jatuh, infeksi nosokomial karena jarum infus dan luka operasi bersih, kesalahan pemberian obat dan angka dikubitus setelah pasien dirawat.

2. Kenyamanan dan Kepuasan yang antara lain terdiri dari : privacy, ketidakbisingan, pelayanan yang memuaskan, dan kebersihan.

3. Kemandirian yang terdiri dari : mandi/menyikat gigi, berpakaian, melakukan aktifitas, makan per oral, minum per oral, eliminasi, memelihara fungsi pernafasan, manajemen nyeri.

4. Kecemasan yang terdiri dari : pemberian pendidikan kesehatan kepada pasien, pendidikan kesehatan dapat membantu menurunkan kecemasan

Indikator-indikator itu dilaporkan oleh perawat di ruang perawatan setiap hari dengan blangko khusus indikator mutu klinik keperawatan. Setiap hari Perawat Supervisi mengumpulkan data-data itu, kemudian pada akhir bulan data itu ditabulasi dan dihitung, untuk kemudian dievaluasi kinerja pelayanan keperawatan berdasarkan indikator tersebut.

Tentu ini pekerjaan yang sangat membosankan bagi Supervisi Klinik Keperawatan.

Tapi dengan memanfaatkan Teknologi Informasi yang telah teraplikasikan di Sistem Informasi Keperawatan, Laporan Indikator Mutu Klinik tidak lagi menjadi beban. Masing-masing ruang tinggal mengisi form yang tersedia di Komputer Jaringan, manakala terjadi kasus seperti tersebut dalam IMK. Kita yang berada di Bidang Perawatan atau Supervisi atau Komite Perawatan, secara periodik tinggal membuka laporan IMK itu, semau kita. Sebulan sekali, dua bulan sekali, tiga bulan sekali dan seterusnya, untuk kemudian dilakukan evaluasi perbaikan.

Sistempun telah didesain bukan hanya sekedar menjumlah, tapi juga menganalisis hasil dari laporan IMK tersebut.

Wal hasil, Teknologi Informasi telah mampu meringankan pekerjaan perawat sehari-hari.


Aksi

Information

3 responses

11 12 2008
keperawatan » KLINIK BERBASIS IT

[…] Indikator Mutu Klinik berbasis IT […]

29 11 2010
achmad sobari

tks infonya, tapi udah bisa di download belum indikator mutu klinis berbasis IT nya

13 03 2014
Novelinda Tel

Tx u infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: