Jadilah Pohon Yang Menjulang

4 12 2008

Pada suatu hari, terjadi kecelakaan hebat di sebuah perempatan. Pasalnya, dari arah utara ada rombongan mobil kepresidenan dengan kecepatan tinggi, sedangkan dari arah timur ada mobil pemadam kebakaran dengan kecepatan tinggi juga karena segera sampai ke wilayah kebakaran, dari arah selatan ada mobil ambulan dengan kecepatan tinggi membawa pasien gawat dan dari arah barat ada beberapa mobil rombongan duta besar.

Bertemu dalam waktu yang bersamaan di perempatan, masing-masing dengan sirine yang meraung-raung. Terjadilah tabrakan hebat….Daaaarrrrrrrr…….. Pertanyaannya, siapa yang salah?…………….

Kalau saudara di rumah sakit, jawabnya adalah, “PERAWAT.”………… Lho kok?

Itulah nasib kita selama berabad-abad. Tidak ada asap tidak ada api, tiba-tiba menjadi tumpuan kesalahan, padahal kadang kita sama sekali tidak tahu menahu tentang sebuah kasus atau sebuah kejadian.

Beberapa diantaranya yang sering terjadi seperti ini. Di sebuah rumah sakit R, suatu saat ada Akreditasi Rumah Sakit. Yang paling pertama menjadi bahan perhatian dalam akreditasi adalah kelengkapan data. Maka Rekam Medik harus terisi lengkap dari nama pasien, umur, jenis kelamin, alamat, nomer rekam medis, ruang perawatan dll. Ketika ada sebuah Rekam Medis yang satu lembar saja tidak lengkap, maka perawatlah yang disalahkan. Walaupun jelas-jelas lembaran itu bukan lembar catatan perawat. Kalimat yang sering terlontar, “Perawatnya tidak mengecek kelengkapan RM.”

Kasus lainnya, suatu hari ada pasien datang dari Poliklinik masuk ke kamar operasi, tanpa membawa syarat-syarat yang diperlukan untuk kelayakan sebuah tindakan operasi. Ketika terjadi kasus, lagi-lagi yang pertama disalahkan siapa lagi kalau bukan perawat. Padahal pasien registrasi di Poliklinik saja tidak. Ooo…ternyata pasien pribadi yang dioperasi di rumah sakit.

Lain lagi….suatu waktu, dalam sebuah tagihan pasien asuransi ada selisih antara penghitungan jumlah obat yang masuk di computer lebih banyak dengan jumlah yang dituliskan di resep. Di computer yang memasukan data adalah petugas Instalasi Farmasi. Ketika terjadi selisih itu, lagi-lagi yang disalahkan adalah perawat. Komentarnya cukup menyakitkan, “Perawatnya membuang resep, obatnya dipakai oleh perawat untuk mengobati pasiennya di rumah.”

Lain lagi, suatu saat ada pasien jiwa datang ke rumah sakit dengan kemungkinan reaksi obat (semacam alergi). Yang disalahkan……team home care yang memang perawat. Padahal tidak ada satupun pasien jiwa yang mendaftarkan diri untuk dilakukan Home Care.

Dan..dan..dan.. masih seabrek masalah lain yang muncul, dan selalu perawat yang jadi tumpuan kesalahan. Gejala apa ini?

Apakah diskusi kenceng antara perawat dengan profesi lain di blognya Doni, Masfuri dll juga merupakan manifestasi kasus-kasus di lapangan? Tapi prasangka baik saya, mungkin inilah awal profesi kita mulai dilihat orang. Kata orang, pohon yang tinggi pasti akan tertiup angin kencang, diguncang badai dan diterpa topan. Manakala tegar, maka akan semakin kokoh menancapkan akarnya. Tapi apabila tidak mau ditiup angin, diterpa topan dan diterjang badai, jadilah rumput kecil yang siap di injak-injak orang.


Aksi

Information

One response

13 12 2008
diah

slm knal pa jason,,, sy mahasiswi bru ilmu kep unpad,,,

iya jg y,,,mdah2an artikel ini jd motivasi bg saya klo kprwtn adalah pilihan yg tepat bwt saya,,, hehe

pa, maf mu tanya,,, apa peranan bahasa indonesia dalam keperawatan atau penyembuhan pasien??? soalnya ada tgs dr dosen bahasa indonesia tuh,,, mgkn bapak mau bantu saya,,,mudah2an bs jd tema artikel jg ya pa,,,

terimakasih

jason:
Mba, mungkin dengan memahami kebutuhan adanya Standar Nursing Linguage (SNL), Mba Diah bisa mengeksplor fungsi bahasa terhadap keperawatan. dah aku posting kok tentang SNL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: