Komite Keperawatan Permenkes No 49 Tahun 2013

6 09 2016

Poster'16_69

 





Audit Keperawatan (bag 2)

1 09 2016

Tujuan utama Audit Keperawatan adalah peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Dengan audit, kita bisa mendapatkan banyak hal diantaranya manfaat klinik, mendorong teamwork, meningkatkan patient safety/patient care, efisiensi finansial kadang-kadang dan terpenting adalah clinical governance berupa akuntabilitas pelayanan keperawatan. Baca entri selengkapnya »





Penilaian Kinerja Tenaga Profesional di Rumah Sakit

29 08 2016

9. Penilaian Kinerja tenaga profesional RS a





Stop Antri Seharian di Rumah Sakit

21 06 2016

Fenomena berobat ke rumah sakit butuh waktu sehari, dari pendaftaran sampai mendapatkan obat adalah kejadian di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Tidak terkecuali di rumah sakit saya. Dengan kunjungan pasien rawat jalan 700-800 orang, dengan sistem pendaftaran satu pintu, maka orang harus antri dari pagi untuk hanya sekedar melakukan registrasi. Setelah registtrasi selesai, pindah ke poliklinik antri lagi untuk mendapatkan pemeriksaan dokter. Selesai pemeriksaan harus antri lagi untuk mendappatkan obat di Instalasi Farmasi.

Tidakkah ada cara yang lebih simple dalam pelayanan, sehingga pasien/keluarga tidak perlu menghabiskan waktu yang sangat lama hanya untuk antri dan anntri lagi? Baca entri selengkapnya »





Proses Kredensial dan Re-Kredensial Perawat/Bidan

16 06 2016

Istilah Etik Kredensial sering disalah artikan oleh kita, seolah-olah kredensial adalah menyelesaikan masalah etik. Padahal etik dan kredensial adalah hal yang berbeda.

Kredensial adalah proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis. Sedangkan re-kredensial adalah proses re-evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang telah memiliki kewenangan klinis untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis tersebut. Baca entri selengkapnya »





Bintek Kredensial Perawat

14 06 2016

7. NSBL a





Penilaian Kinerja Tenaga Profesional di RS

27 05 2016

Akreditasi rumah sakit menuntut rumah sakit melakukan evaluasi terhadap kinerja individu profesional. Gambaran umum dari standar ini adalah bahwa¬†Rumah sakit membutuhkan cukup banyak orang dengan berbagai ketrampilan, dan orang yang kompeten untuk melaksanakan misi rumah sakit dan memenuhi kebutuhan pasien. Pimpinan rumah sakit bekerja sama untuk mengetahui jumlah dan jenis staf yang dibutuhkan berdasarkan rekomendasi dari unit kerja dan direktur pelayanan. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: