Menyusun PAK, PIK dan SPO Keperawatan

28 04 2017

Panduan Asuhan Keperawatan (PAK) adalah istilah teknis sebagai pengganti Standar Asuhan Keperawatan dan Panduan Asuhan Keperawatan (PPK) adalah istilah teknis sebagai pengganti Standar Prosedur Operasional (SPO) dalam Undang-undang Praktik Kedokteran 2004 dan Undang-Undang Keperawatan yang merupakan istilah administratif. Penggantian ini untuk menghindarkan kesalahpahaman yang mungkin terjadi, bahwa “standar” merupakan hal yang harus dilakukan pada semua keadaan. Jadi secara teknis Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dan Standar Prosedur Operasional (SPO) dibuat berupa Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Panduan Asuhan Keperawatan (PAK) yang dapat berupa atau disertai dengan salah satu atau lebih: alur klinis (Clinical Pathway), protokol, prosedur, algoritme, standing order (PERSI, 2015).  Baca entri selengkapnya »





Implementasi PPK

30 01 2017

“Saya sama sekali tidak diberi tahu hasil pemeriksaan anak saya. Saya hanya diberi tahu kalau anak saya DB nya negatif. Saya juga bertanya, memang berapa trombositnya, hematokritnya dan lain-lain? Dokter dan perawatnya sama sekali tidak mau memberi tahu, padahal anak saya diambil darahnya dua kali. Sampai anak saya dipulangkan, penyakitnya gak jelas. Cuma dikasih tahu, nanti kalau di rumah ada keluhan, suruh segera ke rumah sakit lagi.”

Terhadap dialog orang tua pasien di atas setelah anaknya dirawat di sebuah rumah sakit, saya menjadi terheran-heran. Kok bisa? Katanya rumah sakitnya sudah Terakreditasi dengan predikat Paripurna. Tapi penerapan standar Akreditasi Dasar saja seperti itu. Kasuistis? Bisa jadi, kalau hanya dokternya yang tidak berkenan menjelaskan. Tapi kalau perawatnya juga sikapnya sama, saya pikir bukan kasuistis. Tapi memang standar PPK (Pendidikan Pasien dan Keluarga) tidak diimplementasikan. Baca entri selengkapnya »





Komite Keperawatan Permenkes No 49 Tahun 2013

6 09 2016

Poster'16_69

 





Audit Keperawatan (bag 2)

1 09 2016

Tujuan utama Audit Keperawatan adalah peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Dengan audit, kita bisa mendapatkan banyak hal diantaranya manfaat klinik, mendorong teamwork, meningkatkan patient safety/patient care, efisiensi finansial kadang-kadang dan terpenting adalah clinical governance berupa akuntabilitas pelayanan keperawatan. Baca entri selengkapnya »





Penilaian Kinerja Tenaga Profesional di Rumah Sakit

29 08 2016

9. Penilaian Kinerja tenaga profesional RS a





Stop Antri Seharian di Rumah Sakit

21 06 2016

Fenomena berobat ke rumah sakit butuh waktu sehari, dari pendaftaran sampai mendapatkan obat adalah kejadian di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Tidak terkecuali di rumah sakit saya. Dengan kunjungan pasien rawat jalan 700-800 orang, dengan sistem pendaftaran satu pintu, maka orang harus antri dari pagi untuk hanya sekedar melakukan registrasi. Setelah registtrasi selesai, pindah ke poliklinik antri lagi untuk mendapatkan pemeriksaan dokter. Selesai pemeriksaan harus antri lagi untuk mendappatkan obat di Instalasi Farmasi.

Tidakkah ada cara yang lebih simple dalam pelayanan, sehingga pasien/keluarga tidak perlu menghabiskan waktu yang sangat lama hanya untuk antri dan anntri lagi? Baca entri selengkapnya »





Proses Kredensial dan Re-Kredensial Perawat/Bidan

16 06 2016

Istilah Etik Kredensial sering disalah artikan oleh kita, seolah-olah kredensial adalah menyelesaikan masalah etik. Padahal etik dan kredensial adalah hal yang berbeda.

Kredensial adalah proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis. Sedangkan re-kredensial adalah proses re-evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang telah memiliki kewenangan klinis untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis tersebut. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: