Tindakan Keperawatan dalam Tarif Rumah Sakit

7 10 2013

nursing-interventions-classification-nic-Profesi perawat, untuk menjadi profesi yang mandiri dan dihargai memanglah tidak mudah. Walaupun semua orang mengakui terhadap  pentingnya kehadiran kita di rumah sakit, tidak serta merta rumah sakit (manajemen) mau memberikan penghargaan yang sesuai terhadap profesi ini. Upgrade pendidikan juga sudah dilakukan, diantara mereka bahkan sudah spesialis. Tapi keberadaannya tetap masih belum terlalu diperhitungkan. Padahal di saat profesi lain sedang menikmati liburan, mayoritas perawatlah yang setia di sisi pasien. Di saat profesi lain sedang istirahat tidur malam, profesi ini juga yang memenuhi kebutuhan pasien dari kebutuhan personal hygiene sampai kebutuhan pengobatan. Bahkan di saat pasien mengalami kondisi kritis yang memerlukan pertolongan segera, perawat jugalah yang sigap sekuat tenaga untuk memberikan pertolongan sebelum profesi yang lain bertindak.

Alasan-alasan yang sangat banyak itulah manajemen rumah sakit kami memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap profesi perawat, dengan memasukan pasal Tindakan Perawat dalam Peraturan Daerah tentang Retribusi Rumah Sakit. Sebagai referensi utama dalam membuat klasifikasi tindakan perawat itu adalah Nursing Intervention Clasification yang disusun oleh pakar-pakar keperawatan dari University of Iowa.

Jumlah intervensi pada Edisi 2008, setidaknya ada 540 tindakan dibagai menjadi  7 domain dan 28 class dan masing-masing class memiliki daftar tindakan sendiri-sendiri. Di bawah ini diuraikan Domain, Class dan contoh tindakannya.

Domain 1 : Physiological Basic

Physiological Basic terdiri dari 6 class yaitu :

  1. Manajemen aktifitas dan latihan : ex. manajemen energi, therapi latihan peregangan, therapi latihan mobilitas, therapi latihan kontrol otot dll.
  2. Manajemen eliminasi: ex. irigasi blader, perawatan inkontinensia, lavemen, perawatan ostomy dll
  3. Manajemen imobilitas : ex. perawatan bedrest, bidai/spalk, perawatan gips dll
  4. Dukungan nutrisi : ex. pentahapan diet, memberikan makan melalui enteral (NGT), pemasangan NGT, monitor nutrisi dll.
  5. Peningkatan kenyamanan fisik : ex. akupressure, aromatherapy, manajemen mual, manajemen nyeri dll
  6. Memfasilitasi perawatan diri : ex. memandikan, perawatan telinga, perawatan rambut, perawatan perineal dll

Domain 2 : Physiological Complex

Physiological Complex terdiri dari 8 class yaitu :

  1. Manajemen elektrolit dan asam basa : ex. monitor asam basa, monitor elektrolit dll
  2. Manajemen obat : ex. pemberian analgetik, pemberian medikasi, manajemen sedasi, pemasangan infus dll
  3. Manajemen neurologi : ex. menejemen edema serebral, menejemen ECT, monitor neurologi dll.
  4. Perawatan perioperative : ex. perawatan post anastesi, persiapan operasi, pendidikan preoperasi dll
  5. Manajemen respirasi : ex. manajemen jalan nafas, suctioning jalan nafas dll
  6. Manajemen kulit/luka : ex. perawatan amputasi, perawatan ulkus dikubitus, perawatan luka dll
  7. Thermoregulasi : ex. pengaturan temperatur, fever treatment
  8. Manajemen perfusi jaringan : ex. pengurangan perdarahan, perawatan jantung, manajemen hipovolemi, manajemen shock dll

Domain 3 : Perilaku

Domain perilaku terdiri 6 class yaitu :

  1. Therapy perilaku : ex. therapy aktifitas, therapy menggambar dll
  2. Therapy kognitif : ex. bantuan kontrol marah, latihan memori dll
  3. Peningkatan komunikasi : ex. mendengar aktif, peningkatan komunikasi : defisit pendengaran dll
  4. Bantuan koping : ex. anticipatory guidance, peningkatan body image, support spiritual dll
  5. Pendidikan pasien : ex. pendidikan kesehatan, pendidikan preoperatif dll
  6. Peningkatan kenyamanan psikologi : ex. penurunan kecemasan, distraksi, therapy relaksasi dll

Domain 4 : Keselamatan

Keselamatan pasien terdiri dari 2 class yaitu :

  1. Manajemen krisis : ex. intervensi krisis, manajemen kode, resusitasi, triage dll
  2. Manajemen resiko : ex. manajemen alergi, manajemen anafilaksis, pencegahan aspirasi dll

Domain 5 : Keluarga

Domain 6 : System Kesehatan

Domain 7 : Komunitas

Untuk domain 5, 6 dan 7 lebih banyak diperuntukan bagi perawat yang ada di komunitas atau perawat keluarga.

Secara nasional klasifikasi seperti ini memang belum banyak dikenal. Pada institusi pendidikan perawat, banyak perguruan tinggi yang sudah mengacu pada klasifikasi ini dalam kurikulum yang diajarkan kepada mahasiswa. Tapi di institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit) hampir belum ada satupun yang menerapkan, kecuali RSUD Banyumas.

Sudah semestinya PPNI sebagai induk organisasi perawat membuat kesepakatan nasional tentang tindakan perawatan. Apakah akan mengacu kepada University of Iowa dengan NIC nya atau menyusun sendiri melalui penelitian yang panjang seperti dilakukan oleh Iowa. SKKNI yang sudah ditetapkan sebagai standar kompetensi, bisa sebagai referensi untuk kemudian dikembangkan lebih jauh.

Dengan begitu ada kesamaan langkah bagi perawat baik di rumah sakit maupun di komunitas, untuk menunjukan eksistensinya menjadi profesi yang mandiri sekaligus dihargai.

Setelah menyusun klasifikasi seperti di atas apakah dari 540 tindakan itu kemudian harus dihargai semua? Tentulah tidak. Ada tindakan yang sifatnya rutin semisal monitor vitl sign, memberikan medikasi oral, memberikan medikasi intravena (injeksi) tidak perlu dihargai. Tapi dimasukan dalam tarif paket harian. Tapi tindakan-tindakan yang besar semacam manajemen shock, manajemen hipoglikemia, cateterisasi urine, memandikan, insersi intravena, perawatan ostomy, lavemen dll yang perlu dihargai sesuai dengan kebijakan rumah sakit.

Dari 540 tindakan, hanya sekitar 300 saja yang popular di rumah sakit. Dan dari 300 itu, paling banter hanya sekitar 100 saja yang memiliki tarif. Jadi tidak benar anggapan yang mengatakan bahwa semua tindakan perawat dihargai dengan istilah “apa-apa dihargai”. Hanyalah sebagian kecil saja yang ada tarifnya, untuk membedakan biaya antara pasien dengan kondisi pengawasan total dan pasien yang dirawat dalam kondisi yang stabil.

Dengan begitu, kita akan mudah melakukan penilaian kinerja perawat dan memberikan penghargaan kepada perawat baik dengan fee for service maupun fee for performance. Ketika kita memiliki data yang baik dari model pentarifan seperti itu, barulah kita melangkah pada pola “tarif paket”. Sehingga saat kita bicara paket, data-lah yang kita ajukan sebagai patokan besaran paket. Bukan dengan ilmu “kirologi,” karena kita tidak mampu menterjemahkan apalagi memiliki data.

Struktur klasifikasi dan macam tindakan seperti inilah yang di kemudian hari kita gunakan sebagai dasar dalam penyusuna Clinical Pathway bersama-sama dengan profesi lain di rumah sakit. Dan Kewenangan Klinis Perawat di Rumah Sakit  juga dapat disusun dengan mengacu klasifikasi di atas, karena Permenkes Komite Keperawatan  mengharuskan Komite Keperawatan menyusun Kewenangan Klinis Perawat tersebut. (baca juga Kewenangan Klinis Perawat)

Berbeda memang dibandingkan dengan apa yang disampaikan oleh Direktur Keperawatan Direktorat Keperawatan Kemkes dalam Seminar PERSI 2013, dimana disana disampaikan tentang peran perawat RS di era BPJS. Perhatikan slide di bawah ini.

312

About these ads

Aksi

Information

2 responses

2 12 2013
Implementasi SNL, Ibarat Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlewati | Nursing Informatics

[…] Tentang tindakan keperawatan dalam tarif rumah sakit sudah saya tulis di bab tersendiri di sini […]

17 12 2013
manaf

mas bisa kirimkan slide presentasinya : peran perawat tsb ke email : irayha@gmail.com, trims atas bantuannya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: