Kebijakan Pelayanan Kerohanian di Rumah Sakit

16 04 2013

Standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK 1.1)  Akreditasi KARS versi 2012 mempersyaratkan bahwa:

“Pelayanan kepada pasien dilaksanakan dengan penuh perhatian dan menghormati nilai-nilai pribadi dan kepercayaan pasien. Rumah sakit mempunyai proses untuk berespon terhadap permintaan pasien dan keluarganya untuk pelayanan rohaniwan atau sejenisnya berkenaan dengan agama dan kepercayaan pasien.”

Memenuhi standar ini, rumah sakit perlu memiliki kebijakan tentang pelayanan kerohanian, pedoman dan SPO berkaitan dengan pelayanan kerohanian. Sedangkan bukti fisik tentang pelayanan kerohanian telah dilakukan, bisa dibuktikan dengan:

  1. Dokumen pengkajian keperawatan yang mencantumkan tentang pengkajian agama/kepercayaan
  2. Catatan asuhan keperawatan tentang bimbingan kerohanian
  3. Format permintaan bimbingan rohani.

Sedangkan garis-garis besar Kebijakan Pelayanan Kerohanian dapat disusun sebagai berikut :

  1. Petugas Rumah Sakit harus terbuka terhadap ekspresi kesepian dan ketidakberdayaan pasien.
  2. Rumah Sakit menganjurkan untuk penggunaan sumber-sumber spiritual yang ada
  3. Rumah sakit memfasilitasi pasien dengan artikel-artikel spiritual sesuai dengan pilihan mereka
  4. Mengkonsultasikan pasien ke penasihat spiritual pilihan pasien. Jika pasien tidak memiliki pilihan, maka rumah sakit memfasilitasi penasehat spiritual (rohaniawan).
  5. Petugas menggunakan teknik klarifikasi nilai untuk membantu mengklarifikasi nilai dan kepercayaan
  6. Petugas menyediakan waktu untuk mendengarkan ungkapan perasaan pasien
  7. Petugas rumah sakit harus bersikap empati pada perasaan pasien
  8. Rumah sakit memfasilitasi pasien untuk melakukan kegiatan ritual seperti meditasi, beribadah, dan aktivitas ritual keagamaan yang lain
  9. Petugas rumah sakit mendengarkan baik-baik komunikasi pasien dan membangun sense of timing untuk beribadah
  10. Meyakinkan kepada pasien bahwa petugas rumah sakit akan bersedia membantu pasien pada waktu sakit/menderita
  11. Petugas rumah sakit terbuka pada perasaan pasien tentang sakit dan mati.
  12. Petugas membantu pasien untuk mengekspresikan dan mengurangi rasa marah dengan jalan yang tepat dan benar

Kebijakan masing-masng rumah sakit tentu berbeda-beda, prinsipnya adalah dengan akreditasi telah memberikan jaminan bahwa petugas rumah sakit telah memberikan perhatian penuh dan menghormati nilai-nilai pribadi dan kepercayaan pasien.

About these ads

Aksi

Information

2 responses

16 04 2013
Pelayanan Kerohanian di Rumah Sakit | Nursing Informatics

[...] Baca selanjutnya Kebijakan Pelayanan Kerohanian [...]

10 05 2014
Kurnia

Mhn bantuan pak, dikirim SPO dan Kebijakan Direktur yang ada dalam kelengkapan dokumen Hak Pasien dan Keluarga (HPK), untuk akreditasi rumah sakit. Tx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: