Reformasi Birokrasi Profesi Perawat di Rumah Sakit

7 03 2012

Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi dalam paparan di Sosialisasi Percepatan Pemberantasan Korupsi tentang Reformasi Birokrasi menyampaikan tentang area perubahan dan hasil yang diharapkan dari perubahan Reformasi Birokrasi. Salah satu yang menjadi perhatian banyak orang adalah tentang perubahan organisasi dengan hasil yang diharapkan adalah organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran.

Aplikasi real dari rencana ini adalah menghilangkan beberapa eselon di jabatan struktural pemerintahan dengan menghilangkan eselon 3 dan eselon 4. Dengan menghilangkan eselon ini, diharapkan organisasi menjadi ramping “miskin struktur kaya fungsi”. Sebagai gantinya, jabatan fungsional diperbanyak, yang sebelumnya hanya sekitar 144 menjadi 200 jabatan fungsional.

Perawat adalah jabatan fungsional yang telah lama ada. Di rumah sakit, struktural perawat biasanya diwakili oleh Wadir Perawatan (eselon 3), Bidang Perawatan (eselon 3) atau Kasie Perawatan (eselon 4). Fungsi struktur ini adalah untuk mengakomodasi kepentingan profesi perawat, agar program dan kepentingan perawat dapat sampai kepada top manajemen di rumah sakit.

Dengan rencana program penghapusan eselon 3 dan 4, apakah akan memberikan pengaruh terhadap profesi perawat di rumah sakit? Tentu ada pengaruhnya, terlepas pengaruh itu besar atau kecil. Tapi bagi kita tentu tidak perlu dirisaukan, karena kita memang dasarnya adalah fungsional.

Tentang kepentingan profesi yang harus diakomodasi, kita masih memiliki wadah yang bisa dikelola agar efektif yaitu Komite Perawatan. Walaupun sampai hari ini belum ada dasar hukum yang kuat baik UU, PP maupun Kepmenkes. Profesionalisasi perawat dapat dikelola oleh komite, sedangkan pemberdayaan SDM dapat dikelola oleh Instalasi atau Ruang. Konsekuensi ini, tentu seorang Kepala Instalasi atau Kepala Ruang harus memiliki kompetensi yang baik di bidang manajemen dan kepemimpinan.

Dengan optimalisasi fungsi-fungsi itu, maka harapannya justru profesi perawat akan semakin lincah dalam bergerak ke arah perbaikan karena struktur yang efisien. Jangan sampai terjadi seperti saat ini di banyak rumah sakit . Ada kasie, supervisor, wakil kepala instalasi, kepala ruang yang semuanya berperan sebagai “mandor”. Sehingga birokrasi menjadi lebih panjang dan berbelit, hanya untuk sekedar menyelesaikan masalah atau usulan pengembangan.

Mari kita sambut Reformasi Birokrasi yang digulirkan oleh Kementrian PAN dan RB dengan suka cita, dan tunjukan kalau profesi perawat di rumah sakit tetap mampu berkembang baik ada sruktural atau tidak ada sruktural.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: