Komponen Remunerasi di Rumah Sakit

25 01 2012

Kementrian Kesehatan RI melalui Keptusannya  No. 625/Menkes/SK/V/ 2010 tentang Pedoman penyusunan sistem remunerasi pegawai BLU Rumah Sakit di lingkungan Kemenkes telah mengatur remunerasi di rumah sakit. Sistem remunerasi di Rumah Sakit adalah merupakan sistem upah. Komponen remunerasi ini dapat berupa basic salary, incentive dan merit.

  • Basic Salary/Pay for Position

Basic Salary tidak dipengaruhi oleh pendapatan rumah sakit. Dalam kategori ini dapat berupa gaji maupun tunjangan. Besaran gaji ditentukan oleh kepangkatan, jabatan, lama kerja maupun pendidikan. Pada beberapa rumah sakit, gaji, tunjangan bahkan jasa medik telah ditentukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Komponen ini bersifat pembayaran tunai kepada pegawai berupa pendapatan langsung yang besarannya bersifat tetap dan rutin setiap bulan. Tujuan dari komponen ini adalah untuk penghargaan kepada pegawai atas kesediaan dan komitmennya dalam melaksanakan tuntutan pekerjaan dan mematuhi ketentuan yang berlaku

  • Incentive / Pay for Performance

Incentive didasarkan pada jenis pekerjaan, beban kerja dan kinerja. Dasar dari pemberian incentive adalah kebijakan, sehingga bukan suatu hak seperti gaji dan tunjangan. Besarnya incentive, bahkan ada atau tidak adanya incentive sangat dipengaruhi oleh pendapatan rumah sakit. Maka sering saya sampaikan dalam forum tentang pembahasan incentive, “Soal membagi dengan indek atau prosentase adalah hal yang mudah. Pertanyaannya, ada tidak uang yang akan kita bagi? Sehingga sekarang yang terpenting bagi kita adalah bagaimana agar rumah sakit kita memiliki pendapatan yang besar.”

Tentang incentive ini, prioritas unit pelayanan lebih besar dari unit administrasi. Pembobotan juga harus fair dan acceptable karena pasti akan muncul rasa iri terhadap orang lain, tanpa melihat kontribusinya terhadap organisasi. Tentang incentive, akan kita bahas di tulisan berikutnya.

  • Merit / Pay for People

Merit adalah bentuk reward karena prestasi yang dicapai oleh organisasi, sehingga merit dapat berupa bonus atau kesejahteraan lainnya. Dengan begitu, merit sangat dipengaruhi oleh keuntungan rumah sakit.

Komponen ini diterima manfaatnya oleh pegawai, tergantung pada kondisi dan pertimbangan serta persyaratan yang ditetapkan rumah sakit, dengan tujuan yang bervariasi tergantung pada jenisnya, anara lain untuk memberikan penghargaan, perhatian, perlindungan dan pembangunan citra rumah sakit.

Dapat berupa bantuan atau premi asuransi, uang jasa masa kerja, uang pensiun, fasilitas perjalanan dinas dan lainnya.

About these ads

Aksi

Information

7 responses

6 04 2012
madecerik

Apakah realita di lapangan (RS), system remunerasi ini benar2 meningkatkan kinerja pegawai RS ?

30 09 2013
sulastra

boleh saya dikirimi diemail saya sk kemenkes tersebut?

15 09 2012
yusmanita

Pak, bisa kirimkan informasi ini lewat email saya, trim,s

1 02 2013
Popi Junita

pak bisa tolong saya kirimkan permenkesnya kepmenkes no.625/menkes/sk/v/2010 tersebut pak, sebagai bahan referensi saya lewat email saya terma kasi

20 08 2013
Gangga

Mohon bisa diemailkan Kepmenkes No. 625/Menkes/SK/V/ 2010 buat referensi penyusunan Remunerasi di tempat kami, tks

13 04 2014
ANUAR

pak tolong kirimkan ke e-mail saya Mepmenkes No.625/Menkes/SK/V/2010
tolong di kirim ya pak.

1 05 2014
Kurnia

Mohon dikirimkan Keputusan Menteri Kesehatan No 625/Menkes/SK/V/2010 ttg Pedoman penyusunan sistem remunerasi pegawai BLU rumah sakit dan peraturan terkait lainnya. Tx
Kurnia’ RSUD Gunungsitoli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: