Jasa Pelayanan RS dari Jamkesmas

7 03 2011

Banyak yang bertanya-tanya kepada saya, bagaimana cara membagi Jasa Pelayanan untuk dokter, perawat dan lain-lain dari sumber dana Jamkesmas?

Menurut saya, mestinya pembagian jasa tidak terpengaruh oleh sumber dana dari manapun. Askes, Jamkesmas, Umum kan semuanya sebagai pendapatan Rumah Sakit. Pembagian hanya didasarkan pada Acrual Bases atau Case Bases. Sistem mana yang dianut oleh Bagian Keuangan (Manajemen RS).Kalau menggunakan acrual, konsekuensinya RS harus survive, nutup Jasa Pelayanan dulu yang telah diberikan oleh dokter/perawat, walaupun dana Jamkesmas belum cair. Dengan sistem ini, Jasa Pelayanan relatif stabil. Dan kebanyakan dokter/perawat lebih suka yang model seperti ini, karena penghitungan yang dilakukan oleh klinisi menjadi mudah. Misalnya, selama satu bulan merawat pasien 100 orang, tinggal menghitung berapa hak yang mesti diterima. Para klinisi tidak mau tahu, pasiennya sudah bayar atau belum, dana Jamkesmas sudah cair atau belum.

Bagi manajemen merupakan beban berat. Karena harus menyediakan dana yang cukup besar untuk membayar jasa pelayanan dulu. Ini akan berakibat pada pembiayaan di sektor lain menjadi terkendala. Pembelian alat, pemeliharaan sarana dan lain lain pasti akan dinomer duakan.

Tapi bila menggunakan case bases, maka konsekuensinya adalah bila Dana Jamkesmas tidak turun, Jasa Pelayanan diberikan hanya dari jasa Pelayanan pasien umum yang telah membayar. Kondisi ini akan mengakibatkan Jasa Pelayanan yang diterima oleh klinisi (dokter/perawat) tidak stabil. Lebih-lebih kalau mayoritas pasien yang diawat di rumah sakit adalah pasien Jamkesas. Alasananya sederhana, Dana Jamkesmas belum bisa dicairkan, sehingga Jasa Pelayanan turun.

Naaaah………..masalahanya adalah, umpamanya pada saat akhir tahun kurang setengah bulan kok dananya turun dan jumlahnya sangat besar, sangat mungkin manajemen RS atau Pemda keberatan akan mencairkan seluruhnya. Karena Jasa pelayanan yang diterimakan bisa naik 3-4 kali lipat. Maka bisa jadi akan diberikan, tapi tidak seluruhnya (orang Jawa bilang “eman-eman” walaupun itu adalah hak karyawan), dan oleh manajemen
kemudian dianggap sebagai SILPA (Sisa Anggaran Tahn sebelumnya).

Jadi silakan, sistem pembagian yang selama ini dianut seperti apa, tapi bahwa
sumber dana apapun perlakuannya sama. Tinggal Acrual Bases atau Case Bases.

About these ads

Aksi

Information

10 responses

7 03 2011
HENDRIK SUSILO

Memang semua dikembalikan pada yg menggelola uang tersebut. Jika yg mengelola komit & jujura, insyaalloh NO PROBLEM.

17 03 2011
sanco irianto

yang menjadi masalah adalah klaim jasa pelayanan jamkesmas bersifat gelondongan. jd dlm 1 jasa pelayanan, terdapat jasa dari berbagai unit terkait.
contohnya, dalam jasa pelayanan op. app, terdapat jasa dari operator, asisten, perawat, apotik, radiologi, laboratorium, dll.
nah saat klaim sudah dilakukan, yang sulit adalah bagaimana menentukan besaran nilai jasa yang akan diterima oleh masing2 unit.
mohon masukannya…Thanks!

18 03 2011
Jason

Menurut saya gak ada yang perlu dipermasalahkan, selama masing-masing profesi telah memiliki standar kontribusi. Dalam satu kasus operasi, berapa kontribusi dokter, anastesi, perawat, perawat anastesi dll kalau untuk pasien di luar Jamkesmas. Kontribusi itu yang kemudian diberlakukan untuk pasien jamkesmas.
Tentu ini sangat berhubungan dengan Pola Tarif RS yang telah disusun. Kalau penyusunan Pola tarif tidak seperti itu, memang akan sulit, penghitungan Jasa Pelayanan secara umumpun jelas tidak menggunakan dasar kontribusi.
Padahal…Jasa Pelayanan mestinya menganut filosofi :Jasa Pelayanan berkait erat dengan Kinerja”

22 03 2011
vinsen

saya mau tanya tentang cara pembagian jasa jamkesmas yang sesuai dengan aturanya dan yang menjadi masalah besaran dana yang dibagi masing-masing yunit karena dari satu pelayanan terdapat dari beberapa yunit,

23 03 2011
Jason

apakah ada yang berbeda dengan pertanyaan yang disampaikan oleh Bp Sanco Irianto di atas? Bagi kami tidak ada masalah, kalau memang unit2 itu sudah memiliki standar. Justru dengan tarif jamkesmas yang berbentuk paket itu, kita bisa melakukan Analisis Base Costing terhadap pola pembiayaan yang sudah kita miliki saat ini, untuk kemudian dibuat paket seperti model tarif jamkesmas.
Apa sih artinya paket? Paket itu adalah kumpulan dari banyak komponen. kalau masing-masing komponen dari Unit sudah ada standarnya, maka tidak ada masalah dalam hal pembagiannya.

26 04 2011
jati

kalo saya tidak salah mengartikan penjelasan dari bapak jason..

menganut sistem kebersamaan… rugi untung ditanggung sama sama.

pada saat klaim jamkesmas cair, ada pelayanan yang merugi dan ada yang untung.

24 08 2011
dr.marwan

ASSMLKM PAK,SAYA Dr.MARWAN,DI DINKES NUNUKAN,MAU TANYA,BAGAIMANA PEMBAGIAN JASA PELAYANAN YANG IDEAL UNTUK DOKTER JAGA,PERAWAT,BIDAN,APOTEKER,UNTUK PUSKESMAS 24 JAM,KARNA KAMI KESULITAN UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PEMBAGIAN JASPEL YANG ANGGARANNYA TERBATAS.TKSH

jason :
Paling gampang menggunakan formulasi indek, Dok. Indek bisa disusun berdasarkan : masa kerja, pendidikan, pangkat golongan, volume tanggungjawab, volume kerja, tunjangan jabatan dan tunjangan fungsional. Bisa ditambahkan indikator2 yang lain.

27 08 2011
dr.marwan S

Bisa diberikan contoh formulasi indeksnya pak dan adakah buku referensinya?

jason : download saja Dok di lampiran tulisan sebelumnya

17 07 2012
genies

ditempat saya bekerja JP perawat pada khususnya diberikan berdasarkan pada penghitungan jumlah BOR,tp bbrp wktu ni yg saya bingungkn mngapa mncul statement bhwa JP hrs disentral alhasil jmlh yg diterima sama rata,pdhal BOR dtmpt sy max capacitynya 47,sdgkn d lntai lain hny 20.Apkh tndkn trsbut dbnrkn??alsannya apa?

4 09 2014
Herman Tarigan

saya herman tarigan, pak Jason apakah ada software pembagian JP? tks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 76 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: