Tarif Tindakan Perawatan

7 12 2010

Penentuan pola tarif tindakan perawatan di rumah sakit sampai saat ini memiliki cukup banyak variasi. Tapi bila dikelompokan dalam kelompok besar sepertinya hanya ada dua macam, yaitu tarif per tindakan dan tarif paket. Dan dua-duanya masih sama-sama diperlakukan di hampir sebagian besar rumah sakit.

Tarif yang berupa paket, sering disebut sebagai Tarif Asuhan Keperawatan (walaupun lebih tepatnya disebut tarif pelayanan perawatan) yang ini diidentikan dengan tarif vicite dokter.

Tarif yang berupa tarif per tindakan, sering disebut sebagai tarif tindakan perawatan, yang sampai hari ini kebanyakan rumah sakit mencampuradukan antara tindakan kolaboratif dan mandiri. Sehingga kemudian banyak muncul permasalahan bagaimana cara membagi jasanya antara perawat dan dokter (berapa prosen untuk dokter dan berapa prosen untuk perawat).

Dalam banyak diskusi dan seminar, beberapa pakar keperawatan tidak menyetujui pola tarif tindakan perawatan model yang kedua, dimana masing-masing tindakan perawat memiliki tarif. Karena dengan begitu, perawat seolah-olah menjadi tukang, bukan lagi sebagai tenaga profesional.

Maka munculah model tarif baru yang diusulkan, yaitu berupa pola tarif model paket yang penghitungannya berdasarkan ketergantungan pasien. Sehingga ketika seorang pasien dengan ketergantungan total, tentu tarif perawatnnya menjadi lebih besar dibanding dengan pasien yang dalam kategori ketergantungan parsial.

Terhadap usulan ini, tentu menjadi cukup ideal bila bisa diterapkan. Hanya saja yang perlu dipikirkan adalah seberapa besar paket yang akan ditentukan untuk masing-masing kategori. Berapa rupiah untuk pasien dengan ketergantungan total, persial dan mandiri?

Bila tidak memiliki dasar argumentasi yang baik dan valid, maka penentuan besaran tarif hanya sebatas perkiraan saja, yang berakibat pada akontabilitas penentuan itu dipertanyakan. Sebagai contoh, pada pasien dengan Ketergantungan Total tingkat I, tarif Rp.70.000/hari. Bila besaran tarif ini tidak menggunakan data empiris, maka ketika ditanya “dari mana harga Rp.70.000?” Maka jawaban yang muncul hanyalah jawaban perkiraan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Di sinilah perlu dipikirkan dan dilakukan colecting data tarif tindakan perawatan model kedua yang disebutkan di atas dalam beberapa waktu, mungkin setengah atau satu tahun terakhir. Bila tarif tidakan perawatan telah mengacu pada SNL (Standar Nursing Language) tentu penghitungan dan colecting data tindakan perawatan tidaklah menjadi sulit, karena tindakan perawatan dengan pendekatan NIC (Nursing Intervention Clasification) sudah tidak lagi mencampuradukan mana tindakan dokter dan mana tindakan perawat. NIC yang jumlahnya lebih dari 500 tindakan, semuanya milik perawat.

Jika masing masing tindakan itu sudah memiliki harga, maka untuk menentukan tarif paket menjadi tidak sulit dan berdasar pada data empiris yang ada.

Sebagai contoh : Pasien dengan Ketergantungan Total tingkat I, dirawat di HCU. Dalam setiap harinya, perawat selalu melakukan tindakan : Self care total (mandi, toileting, makan, mobilisasi, dressing dll); Exercise Therapi Mobilitas; Therapi Intravena; Chest Therapy; Administrasi Medikasi, Manajemen Cairan, Meningkatkan Perfusi Cerebral; Therapeutic Touch.

Bila masing-masing tindakan itu sudah ada tarifnya, maka seluruh tarif itu dijumlahkan, maka jadilah tarif paket tindakan perawatan untuk ketergantungan Total tingkat I.

Logika ini sama dengan ketika kita mengenal Paket Sembako. Bila ada paket sembako, maka orang akan tahu, tidak jauh-jauh terdiri dari beras, minyak, gula, telor, mie instan dll. Kalau 1 paket sembako yang ditawarkan seharga Rp.10.000,- maka harga sebanyak itu terdiri dari apa saja, maka orang akan menghitungnya, kemudian mereka mengatakan “mahal atau murah”. Logika ini bisa digunakan dalam penentuan tarif paket perawatan.

Bila menentukan tarif paket perawatan tidak melakukan penghitungan itu, maka tarif paket yang muncul hanyalah menggunakan ilmu “kirologi” yang berarti tidak berdasar.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: