Tugas yang cukup berat juga bagi profesi yang satu ini. Asuhan Gizi, adalah makhluk yang relatif baru lahir di dunia per-Gizi-an Indonesia. Ada kerjaan banyak yang musti dilakukan oleh profesi ini untuk mendapatkan sesuatu yang ideal. Dari mulai mengenalkan standar asuhan gizi, sosialisasi, training, membuat kurikulum dst. Dan saya tahu…itu jelas sudah dilakukan semuanya.
Mengapa saya tertarik dengan Asuhan Gizi dan menulis di blog ini?
Jujur saja, saya memberikan apresiasi kepada profesi ini. Ketika mereka mendapatkan konsep baru bernama asuhan gizi, mereka mengadop semuanya dari sumber aslinya. Maka asuhan gizi yang relatif baru didapatkan, mereka langsung menyepakati penggunaan Diagnosa Gizi (Nutrition Diagnosis) dari sumbernya American Dietetic Assosiation yang kalau di perawatan bernama NANDA.
Walaupun mungkin belum diaplikasikan standar intervensi dan standar evaluasinya, tapi tinggal selangkah lagi menurut saya, untuk sampai ke sana. Karena teman-teman di sana telah sepakat orientasinya, maka tinggal deal saja untuk mengambil secara keseluruhan tentang Asuhan Gizi yang akan diaplikasikan.
Sekedar untuk diketahui saja, bahwa langkah-langkah dalam Asuhan Gizi hampir sama dengan yang dimiliki oleh perawat. Ada empat step yang dilalui yaitu :
Step 1. Nutrition Assessmet
Nutrition Assessment adalah step pertama dalam “Nutrition Care Process”. Step ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang adekuat untuk mendapatkan masalah yang berhubungan dengan nutrisi.
Sumber data dalam Nutrition Assessment adalah dari
- informasi referal dan atau catatan interdisiplin
- interview dengan pasien
- data survey komunitas atau kelompok
- laporan statistik dan
- studi epidemiologi
Step 2. Nutrition Diagnosis
Nutrition Diagnosis adalah step kedua dalam “Nutrition Care Process”dan ini adalah identifikasi dan labeling yang mendeskripsikan masalah nutrisi aktual, risiko atau potensial yang digunakan oleh dieticiant untuk memberikan therapi secara mandiri.
Komponen Nutritition Diagnosis terdiri dari 3 yaitu
-
Problem (Diagnostic Label)
-
Etiology (Causa/Contributing Risk Factor)
-
Sign/Symptom (defining Characteristic)
Step 3. Nutrition Intervention
Nutrition Intervention adalah step ke tiga dalam “Nutrition Care Process”. Dalam step ini termasuk a). Seleksi b). Planning c). Implementasi. Dietetics Profesionals bekerja berkolaborasi dengan pasien, keluarga, caregiver untuk memberikan perencanaan yang realistik.
Step 4. Nutrition Monitoring and Evaluation
Komponen dalam monitoring and evaluation adalah :
- Monitor perkembangan
- penukran outcome
- Evaluasi outcome
Bila kita cermati step-step dalam Nutrition Care Process, maka hampir tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh perawat. Dengan begitu, ketika kita akan mengaplikasikan Nutrition Care Process dalam Sistem Informasi berbasis IT, maka ada beberapa yang memang musti kita cari, yaitu tentang Bahasa Standar Diagnosa Gizi (sudah ada), Bahasa Standar Outcome Gizi dan Bahasa Standar Intervensi Gizi.
Saya menduga semua telah ada, hanya apakah sudah terpublikasikan atau belum, ini yang saya katakan menjadi tugas cukup berat bagi profesi ini. Maka selamat memasuki dunia baru profesi gizi, satu hal bahwa kita akan bertemu pada muara yang sama, yaitu berkontribusi kepada masyarakat menuju Indonesia Sehat untuk Semua.
Iya..saya mahasiswa gizi angkt 2007. Mata kuliah Asuhan Gizi baru ada di angkatan saya.