Standar Asuhan Keperawatan

19 03 2009

Sebenarnya tentang SAK sudah merupakan makanan harian perawat di rumah sakit. Tetapi akan selalu menarik untuk dikupas dan dibahas bagi para pemerhati dokumentasi asuhan keperawatan. Karena banyak yang komentar, katanya kenyataan di lapangan Buku Standar Asuhan Keperawatan di rumah sakit banyak yang tidak pernah dibuka lagi setelah lulus akreditasi.

Saya sih tidak terlalu percaya dengan statemen itu, tapi kalau toh benar, kita perlu bersama-sama melakukan pengkajian terhadap masalah itu. Beberapa pertanyaan yang memang perlu kita lontarkan, seberapa besar sih pengaruh dokumentasi asuhan keperawatan yang dilakukan perawat terhadap kesembuhan, lama perawatan, pendidikan pasien dll?

Jangan-jangan dokumentasi yang kita lakukan hanya sekedar formalitas, sehingga tidak pernah mengacu pada standar yang dibuat sendiri.
Bila mengacu pada standar Depkes, Standar Asuhan Keperawatan terdiri dari standar pengkajian, standar diagnosa, standar perencanaan, standar tindakan dan standar evaluasi.

Akan kita dapatkan sesuatu yang sangat luar biasa, yaitu apa yang oleh Mas Wastu dinamakan Indonesian Evidence Base Nursing Practice. Maka tinggal bagaimana kita di lapangan meng upgrade terus ilmu kita, dan pada akhirnya akan kita dapati profesi kita menjadi profesi yang mandiri sekaligus dihargai.

Dokumentasi Askep bukan sekedar dokumentasi, tapi merupakan data yang bisa di collect untuk kemudian menghasilkan sesuatu yang bisa dijadikan pedoman bagi perawat kita.

Dan itu bisa terlaksana, manakala kita telah menerapkan Standar of Nursing Language (SNL). Tunggu apa lagi?

About these ads

Aksi

Information

5 responses

24 01 2010
helmizuryani

perlu komitmen bersama

10 04 2010
rosa

tolong dong ditambakan pembahasannya tentang sak kok irit bangett

10 04 2010
Jason

Silakan buka di halaman SAK (lihat tab di atas)

9 05 2011
fatwa wening sukamto

itu benar. memprihatikan. yang saya jumpai memang begitu. apa mungkin terlalu sulit ya yang namanya asuhan keperawatan…. saking sulitnya ya diabaikan saja. saya sangat heran. perawat itu yang pinter pinter ya banyak, waktu diskusi wah…bukan main. teori apalagi. semua bagus bagus. ideal!. tapi sampai di lapangan koooqq….. hihihihiiii. tak ada suaranya, kecuali minta diakui keberadaannya, bukan pembantu dokter dan….daann….. banyak deh!. yang jelas belum berani duduk sama rendah,berdiri sama tinggi wis to… saya malah saat ini sampai pada titik akan sangat kagum pada perawatnya, apabila ada rumah sakit yang sudah bisa melakukan asuhan keperawatan yang benar (dalam artian memang benar ada hubungannya antara asuhan keperawatan yang dijalankan dengan pasiennya….). Ada ndak ya… menurut saya, peningkatan derajat kesehatan pasien karena ndilalah saja. bukan terkuasai untuk ditingkatkan. kalau dalam hal sembuh diobati oleh profesi lain sihhh (ya iyaaa…) trus perawat sendiri ada dimanaaa….

22 05 2011
tuhu trisno

memang benar kalau asuhan keperawatan itu sangat bagus , tapi dilapangan pelaksanaannya masih jauh dari teori-teori diatas kertas yang tercatat , memang diperlukan jiwa pengabdian yang sesungguhnya dari seorang perawat sejati.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: