Saya orang yang bekerja di institusi pelayanan (rumah sakit). Sebagai orang yang cukup senior di rumah sakit, saya tentu tahu persis bagaimana teman-teman saya sesama perawat, dari generasi yang sudah usianya di atas 50 tahun sampai di bawah 25 tahun. Saya juga mengenal baik teman-teman yang dulu sekolah di PKU, PKC (degree pra SPK) kemudian mereka mengikuti persamaan SPK dan DIII. Termasuk saya adalah jebolan SPK yang kemudian mengikuti DIII dan S1. Setelah seluruh perawat di rumah sakit saya lulusan DIII, dan sekarang mayoritas usianya muda-muda dengan basic DIII Keperawatan dari berbagai macam institusi pendidikan, sudahkah semuanya sepaham terhadap satu saja dari Diagnosa Perawatan?
Contoh sederhananya begini. Pada suatu saat saya mengisi training dan ceramah kepada teman-teman saya, saya tanyakan, ”Jika pasien mengeluh kesakitan di daerah perut, keluar keringat dingin, diagnosa perawatan yang paling pas untuk pasien ini apa?”
Berkenalan dengan NANDA-I
30 10 2008Komentar : 7 Komentar »
Tag: Diagnosa Perawatan, Domain NANDA, NANDA
Kategori : Uncategorized
Reframing Proses Perawatan
27 10 2008Sering kali saya mengisi training tentang Dokumentasi Asuhan Keperawatan, saya selalu bertanya kepada peserta, ”Apa yang menarik dari Proses Perawatan?” Dan kita pasti sudah tahu jawaban mereka, “tidak ada”. Dari dulu ketika membahas tentang pengkajian perawatan, kalimat yang paling dihafal oleh kita adalah ”head to toe”. Tidak ada yang menarik. Begitupun ketika membahas Diagnosa Perawatan, tidak pernah kita dengar sebuah uraian yang panjang. Yang kita hafal sampai hari ini paling-paling ”diagnosa perawatan terdiri dari Problem, Etiologi dan Simptom atau Problem dan Etiologi.” Sama halnya ketika membahas tujuan, kita cukup dikenalkan ”tujuan harus mengandung unsur SMART, ada tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek”. Intervensi dan Implementasi tidak jauh berbeda, yang membedakan adalah kalau intervensi menggunakan kalimat perintah, kalau implementasi menggunakan kalimat berita. Evaluasipun tidak ada uraian yang menarik, cukuplah evaluasi dengan sumatif atau normatif.Tapi biarlah itu masa lalu. Saat ini mari kita diskusikan tentang Proses Perawatan yang lebih menarik, yang membuat kita bergairah dengan cara memandang Proses Perawatan dari sudut yang berbeda (reframing) sehingga muncul pemikiran-pemikiran baru, dan ke sepan mudah-mudahan profesi kita menjadi semakin menarik untuk terus dikaji.
Komentar : 2 Komentar »
Tag: 11 Pola Gordon, 13 Divisi Doengoes, Pengkajian Perawat, Proses Perawatan
Kategori : Uncategorized
Era Baru Dokumentasi Perawat
27 10 2008Bila kita amati perkembangan Dokumentasi Asuhan Keperawatan dari waktu ke waktu, mungkin kita sepakat dan bersama-sama akan mengatakan “apa yang berbeda” dari tahun 90 an sampai hari ini? Kita dan mayoritas dosen, ketika mengajar Dokumentasi Asuhan Keperawatan atau Proses Keperawatan, hanya mengajarkan apa yang dulu pernah kita terima ketika masih kuliah. Kita sampaikan Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi. Tidak ada yang menarik di sana dari tahun ke tahun. Baca entri selengkapnya »
Komentar : 2 Komentar »
Tag: Dokumentasi Perawat, Sistem Informasi Keperawatan, SNL
Kategori : Uncategorized
Mudah-mudahan Kunci Perubahan itu Benar Saya Dapatkan
25 10 2008Tanggal 18 September yang lalu, saya diberi kesempatan untuk presentasi Sistem Informasi Keperawatan berbasis IT dengan pendekatan NNN yang kami miliki. Sebenarnya presentasi tentang itu, hal yang biasa bagi saya. Cas-cis-cus dan ceplas ceplos ke sana kemari menjadi tabiat saya dalam presentasi.
Tapi kali ini serasa berbeda dan istimewa, karena yang hadir dalam presentasi saya, disamping teman-teman saya di rumah sakit ada tamu istimewa kami yaitu Beliau Ibu Prayetni, MKep dari Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan Depkes.
Saya sangat berharap Beliau mau membawa informasi yang kami miliki ini untuk dibawa ke Depkes sebagai sebuah khasanah perawatan minimal, syukur-syukur bisa dijadikan referensi kebijakan Direktorat Keperawatan.
Penerapan NNN dalam tataran pelayanan kesehatan (RS) memang belum ada di Indonesia. Tapi dengan menerapkan konsep itu, kami meyakini tentang kelebihan, kemudahan, kemandirian sekaligus rasa percaya diri terhadap dokumen yang kami lakukan.
Maka harapan saya, Bu Prayetni membawa konsep ini dan mudah-mudahan kunci itu ada di tangan Beliau.
Komentar : Leave a Comment »
Tag: kunci perubahan, NNN
Kategori : Uncategorized
Komentar Terakhir